loading

Author :
Uploaded : Invalid date

Tahun 2024, aku memasuki tahun ke-3 studi di UPSI Malaysia. Kampus No.1 Pendidikan yang mengajak sivitas akademikanya Cemerlang Bersama. Sekadar berbagi informasi saja, Universitas Pendidikan Sultan Idris yang yang berlokasi di Tanjong Malim merupakan universitas negeri terkemuka di Malaysia. Universitas yang memiliki dua kampus, yaitu Kampus Sultan Abdul Jalil Shah (KSAJS) dan Kampus Sultan Azlan Shah (KSAS) ini dikenal unggul dalam pelatihan guru dan program studi pendidikan.
     10 Desember 2024, my journey dimulai. Aku diantar Edwin ke Bandara Syamsudin Noor. Pesawat take off ke Surabaya pukul 08.40 WITA. Lumayan lama menunggu di Juanda Internasional Surabaya, sekitar pukul 14.30 WIB, akhirnya aku “terbang” ke KLIA2 Malaysia. Mahyu menjelaskan, jadwal penerbangan ini yang paling tepat untukku. Tidak kepagian ke Landasan Ulin, dan tidak kemalaman di Tanjong Malim.
     Alhamdulillah, setibanya di Bandara internasional Malaysia, aku masih sempat naik bis ke KL Central, kemudian melanjutkan perjalanan ke Tanjong Malim naik KTM. Tiba di stesen kereta sekitar pukul setengah dua belas malam, lanjut prebet ke Taman Bahtera.  Rumah kos yang dicarikan Mbak Ina, mahasiswa Ph.D asal Riau. Penolongku di Tanjong Malim.  Oh ya, aku ke UPSI untuk memperpanjang Visa pelajar dan berjumpa dengan kedua SV yang sangat baik dan mendukung pengerjaan penelitian. Alhamdulillah, doa Ibuku dan perjuangan keras menyelesaikan studi dijawab Allah SWT. Aku menghadapi ujian VIVA pada tanggal 16 Oktober 2024. InsyaAllah tidak mengecewakan Mr S yang membantu biaya studi Ph.D ini.

Di depan flate terdiri 4 kamar, aku disambut Bang Gerry, Ph.D Student asal Padang, mahasiswa jurusan Akuntansi. Mbak Ina menitipkan kunci padanya. Bersamanya, ada Pak Dody, mahasiswa Ph.D jurusan Psikologi asal Riau, dan Mas Tiyo, Ph.D jurusan Teknik Sipil asal Malang. Setelah berkenalan, kami berbincang sebentar. Kira-kira pukul 1 dinihari, kami rehat. Besoknya, kami kedatangan penghuni baru, Bang Malesa, Ph.D student jurusan Akuntasi asal Medan. Ke-4 kawan di flate ini semuanya dosen dari kampus-kampus ternama di negeri ini.

Meski tergolong singkat, perkawanan kami sangat akrab. Mereka sering ku “goda” kalau paspor selesai di Januari 2025. “Kalian tunggu saja nanti pesanku di WhatsApp, Gimana tahun baru di Tanjong Malim, seru?”. Kami semua menunggu penuh harap dapat email dari IMC bisa segera mengambil visa pelajar. 

Tak cukup di lobi flate, kadang kami diskusi riset di perpustakaan super nyaman, Perpustakaan Tuanku Bainun UPSI. Bergabung dengan kami, Ibu Halma, Mahasiswi Ph.D asal Padang. Beliau mengambil jurusan serupa dengan dengan Bang Gerry dan Bang Malesa. Kalau lapar pulang. Balik ke Taman Bahtera naik Bis kampus Tak mau kalah dengan anak-anak muda, kami juga nongkrong di warung idola “cik Anis”, atau menikmati burger ayam ditemani kopi panas dekat Seven Eleven_Taman Bahtera, sambil menikmati indahnya malam di Taman Bahtera. 

Serunya lagi, selain menyanyi, kami juga memiliki kenangan jalan-jalan bersama. 21 Desember 2023 kami ke pasar seni, juga ke Bukit Bintang. Pendek kata. Seru bangetlah. Apalagi aku dan Bang Malesa, gabut pada 22 Desember 2024. Tiba-tiba saja kami sepakat hangout lagi ke Bukit Bintang. Hingga sekarang, aku masih “ngakak”  nonton rekaman kami joget di stesen KL, juga nyanyi bareng di kos-kosan, ha ha ha. 
Ungkapan lama kembali terbukti. Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Pada 25 Desember 2024, Mas Tiyo, Bang Gerry dan Bang Malesa balik ke Indonesia. Pak Dody pada tanggal 27 Desember 2024. Selamat jalan kawan-kawan. Mohon maaf atas segala kesalahan, dan semoga silaturrahmi kita terus terjaga. InsyaAllah kenangan di TB 1.8.5 akan selalu tersimpan rapi. See you guys.  
 

Anda Perlu Login Untuk Menulis Komen